Pengantar Ekonomi – Introduction, CSR

Kuliah perdana…..pada jam pertama……

Kami langsung diberi pertanyaan mengenai CSR….bagaimana pendapatmu, setuju atau tidak?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, terlebih dahulu aku ingin review:

Apa sih CSR itu?

Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility adalah suatu konsep bahwa organisasi, khususnya (namun bukan hanya) perusahaan adalah memiliki suatu tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan. *nyontek wikipedia :p*

Undang-undang tentang CSR di Indonesia diatur dalam:

  • UU PT No.40 Tahun 2007 yang menyebutkan bahwa PT yang menjalankan usaha di bidang dan/atau bersangkutan dengan sumber daya alam wajib menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan (Pasal 74 ayat 1).
  • UU No.25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal. Pasal 15 (b) menyatakan bahwa ”Setiap penanam modal berkewajiban melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan.”
  • UU No.19 Tahun 2003 tentang BUMN. UU ini kemudiaan dijabarkan lebih jauh oleh Peraturan Menteri Negara BUMN No.4 Tahun 2007 yang mengatur mulai dari besaran dana hingga tatacara pelaksanaan CSR.

Pertanyaan selanjutnya: Sebenarnya apa sih yang didapat perusahaan dari CSR? Mengapa perusahaan mau mengeluarkan dana untuk CSR?

Dalam pandangan lama, perusahaan berkeinginan untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dengan pengorbanan sekecil-kecilnya. Dengan teori ini, tentu saja CSR hanya akan menambah beban finansial, padahal tidak ada keuntungan finansial yang didapatkan.

Namun, yang berlaku kini adalah prinsip optimalitas, yaitu mendapatkan manfaat sebesar-besarnya dengan biaya tertentu atau mendapatkan manfaat tertentu dengan biaya sekecil-kecilnya.

CSR dianggap sebagai investasi, sosial benefit-nya akan dirasakan di masa mendatang, walau sosial cost-nya telah terjadi saat ini. Jadi yang menentukan CSR menguntungkan atau tidak bagi perusahaan adalah perbandingan social cost vs social benefit. Parameter sosial cost adalah pengorbanan, atau yang umum disebut sebagai opportunity cost.

CSR akan membentuk sense of belonging of community, sehingga sosial benefit akan dirasakan oleh perusahaan. Maka CSR akan sangat tergantung pada expected benefit dibanding dengan cost & expected cost perusahaan itu sendiri.

Selama diskusi, kami pun mendapat beberapa tambahan pengetahuan:

* Apakah sih tujuan sebuah perusahaan?

Jika dulu perusahaan hanya mengejar profit, pandangan itu telah bergeser. Kini tujuan perusahaan adalah memaksimalkan kesejahteraan shareholder dan meningkatkan value perusahaan.

* Dari sisi perusahaan, apakah ‘menjual apa yang bisa dihasilkan’, atau ‘menghasilkan apa yang bisa dijual’?

Kebutuhan bersifat sangat personal, subjektif, dan dipengaruhi oleh budaya serta era (masa). Hal ini bersifat psikologis sebagai manusia (bukan orang). Oleh karena itu, berangkat dari need & wants, perusahaan akan lebih mudah untuk menjual apa yang benar-benar diinginkan/dibutuhkan oleh konsumen. Kemampuan untuk melihat potensi (need yang belum terungkapkan) adalah salah satu nilai keunggulan perusahaan.

* Dalam mengkomunikasikan produknya dengan marketing mix: Product, Price, Place, Promotion (yang merupakan faktor internal → controlable → digunakan untuk penetrasi) akan dipengaruhi oleh faktor eksternal (uncontrolable → antisipasi) antara lain:

  • Politik/Hukum
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Demografi, dan
  • Faktor lain

* Fungsi pasar adalah untuk menetukan harga. Pasar tidak mempunyai belas kasihan, maka jika tersingkir dari persaingan → kegagalan pasar. Siapa yang bertanggung jawab? Pemerintah :D

Begitulah sekilas tentang kuliah perdanaku…. Koreksi sangat dinantikan, kawan :)

Posted in Kuliah | Tagged , | Leave a comment